Sosial Budaya Kabupaten Sarolangun

Kebudayaan

Kabupaten Sarolangun dihuni oleh 12 buah suku/etnis yang hidup menetapsecara permanen. Di Sarolangun terdapat 6 (enam) bahasa lokal yang menjadi pengantar komunikasi antar anggota masyarakat dalam kehidupan sehari‑ hari.
Sebagai ciri masyarakat berbudaya yang sudah berkembang cukup lama, di Kabupaten Sarolangun juga terdapat situs bersejarah sebanyak 15 (lima belas) buah sebagai salah satu bentuk warisan sejarah masyarakat Sarolangun.

Pemuda dan Olahraga

Untuk menunjang aktivitas dan kreativitas pemuda, di Kabupaten Sarolangun terdapat organisasi kepemudaan yang setiap tahun terus mengalami peningkatan terhadap jumlahnya. Hal ini menunjukkan peluang yang sangat tinggi bagi pemuda untuk menyelenggarakan aktivitas kehidupan berorganisasi di Kabupaten Sarolangun. Jumlah Organisasi pemuda pada tahun 2007 berjumlah 18 buah, sedangkan jumlah LSM yang ada sebanyak 20 buah

Selain organisasi kepemudaan yang ada, di Kabupaten Sarolangun juga terdapat beberapa sarana olahraga dan sejak tahun 2005 telah direncanakan pembangunan stadion KONI bertaraf standar nasional yang sangat memadai untukpenyelenggaraan kegiatan olahraga bagi pemuda dan warga Sarolangun secara luas Selain itu juga dilakukan rehab lapangan berbagai cabang olahraga yang ada di Kabupaten Sarolangun. Berdirinya persatuan cabang olahraga di tingkat Kabupatenmenandai dinamisnya perkembangan perolahragaan di Kabupaten Sarolangun.Guna menampung hobi/minat dan bakat generasi muda Kabupaten Sarolangun sekaligus sebagai upaya menciptakan masyarakat yang sehat dan memupuk olahragawan berprestasi yang membawa nama baik bagi Kabupaten Sarolangun.

Kesejahteraan Sosial

Pada tahun 2007 jumlah fakir miskin di Kabupaten Sarolangun sebanyak 20.465 orang, lanjut usia terlantar sebanyak 1.724 orang juga masih terdapat penduduk rawan sosial dan sarana yang meliputi fakir miskin, balita dan anak terlantar, lanjut usia terlantar, dan penyandang cacat.